PROSES PEMBUATAN PEWARNA ALAM



A. Proses direct (langsung)

Proses direct (langsung) yaitu bahan alam yang bisa langsung digunakan dengan cara ditumbuk atau diblender kemudian diambil air atau tumbukannya. Contohnya kunyit (kuning). Misal, untuk menghasilkan warna kuning dari kunyit diperlukan 1 kg kunyit lalu ditumbuk atau diblender kemudian tambahkan air secukupnya lalu saring airnya. Tambahkan 5 liter untuk pewarnaan satu helai kain (2 meter). Selain dengan proses direct biasanya bahan tersebut setelah ditumbuk/diblender kemudian direbus, agar warna yang dihasilkan maksimal. Karena proses direct menghasilkan warna tipis tidak pekat.


B. Proses fermentasi (pembusukan)

Proses fermentasi (pembusukan) yaitu dengan melakukan perendaman atau pembusukan daun atau kayu dalam air disertai proses-proses tertentu. Bahan yang digunakan adalah indigofera (tom/ tarum/ nila) yang menghasilkan warna biru.


Resep untuk membuat Pasta Indigo:

1. Siapkan 1 kg daun indigo segar (dengan rantingnya) direndam dalam 5 liter air, usahakan daun berada dibawah permukaan air.

2. Setelah ± 10 jam, mulai terjadi proses fermentasi yang ditandai dengan adanya gelembung gas dan warna biru (larutan berwarna hijau).

3. Proses fermentasi selesai apabila gelembung gas tidak timbul lagi, dan air berwarna kuning kehijauan. Biasanya perlu waktu sekitar 24-48 jam.

4. Masukkan 20-30 gram bubuk kapur cair.

5. Selama pengeburan, terjadi pembuihan hebat berwarna biru. Pengeburan dihentikan setelah tidak terjadi buih permanen dan berwarna biru pudar, yang merupakan indikasi bahwa indigo sudah mulai mengendap. Proses pengeburan dilakukan dengan cara mengambil larutan dengan gayung lalu menuangkan kembali larutan ke ember dengan ketinggian hingga menimbulkan buih-buih.

6. Diamkan cairan selama ± 24 jam (Proses Pengendapan).

7. Pisahkan air dari endapannya yang sudah berbentuk pasta (saring dengan kain halus).

8. Simpan pasta indigo pada tempat kering dan sejuk. Usahakan jangan terkena sinar matahari.


Pasta indigo perlu diolah menjadi zat warna Indigo sebelum digunakan:

1. Larutkan 1 kg pasta indigo dalam ± 10 liter air.

2. Saring dan buang residunya.

3. Tambahkan ½ kg gula jawa cair (bisa diganti dengan Hidrosulfit).

4. Aduk secukupnya sampai tercampur semua.

5. Diamkan dan tutup selama ± 24 jam.

6. Lihat bila cairan berwarna kuning kehijauan, berarti zat warna alam tersebut siap untuk digunakan.


Proses ekstraksi (rebus)

Proses ekstraksi yaitu dengan merebus bahan yang akan dijadikan zat warna alam. Merebus untuk mendapatkan ekstraksi/pembuatan larutan zat warna alam perlu disesuaikan dengan berat bahan yang hendak diproses sehingga jumlah larutan zat warna alam yang dihasilkan dapat mencukupi untuk mencelup bahan tekstil.


Banyaknya larutan zat warna alam yang diperlukan tergantung pada jumlah bahan tekstil yang akan diproses. Perbandingan larutan zat warna dengan bahan tekstil yang biasa digunakan adalah 1: 10. Misalnya berat bahan tekstil yang diproses 100 gram maka kebutuhan larutan zat warna alam adalah 1 liter.


Berikut ini adalah langkah-langkah proses ekstraksi untuk mengeksplorasi zat pewarna alam dalam skala laboratorium:

1. Potong menjadi ukuran kecil – kecil bagian tanaman yang diinginkan misalnya: daun, batang, kulit atau buah. Bahan dapat dikeringkan dulu maupun langsung diekstrak. Ambil potongan tersebut seberat 500 gr.

2. Masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam panci. Tambahkan air dengan perbandingan 1:10. Contohnya jika berat bahan yang diekstrak 500gr maka airnya 5 liter.

3. Rebus bahan hingga volume air menjadi setengahnya (2,5liter). Jika menghendaki larutan zat warna jadi lebih kental volume sisa perebusan bisa diperkecil misalnya menjadi sepertiganya. Sebagai indikasi bahwa pigmen warna yang ada dalam tumbuhan telah keluar ditunjukkan dengan air setelah perebusan menjadi berwarna. Jika larutan tetap bening berarti tanaman tersebut hampir dipastikan tidak mengandung pigmen warna.

4. Saring dengan kasa penyaring larutan hasil proses ekstraksi tersebut untuk memisahkan dengan sisa bahan yang diesktrak (residu). Larutan ekstrak hasil penyaringan ini disebut larutan zat warna alam. Setelah dingin larutan siap digunakan.